<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS SPNF SKB Boto - Sumbawa Barat NTB</title> 
				<description>Website SPNF SKB Boto Kabupaten Sumbawa Barat NTB</description>
				<link>http://skbbotoksb.sch.id/</link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>Perkuat Mutu Pembelajaran, SKB Boto Laksanakan Pelatihan KOSP</title>
						                <link>https://skbbotoksb.sch.id/berita/detail/perkuat-mutu-pembelajaran-skb-boto-laksanakan-pelatihan-kosp</link>
						                <description>Dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan nonformal, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Boto menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) pada tanggal 23 dan 24 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tutor dan pamong belajar SKB Boto, dengan menghadirkan narasumber dari Widyaiswara Balai Pelatihan dan Pengembangan Guru dan Tenaga Kependidikan (Balat GTK) Provinsi Nusa Tenggara Barat). Kehadiran narasumber dari lembaga pelatihan profesional ini memberikan kesempatan bagi para pendidik untuk memahami secara lebih mendalam konsep dan langkah-langkah penyusunan KOSP sesuai dengan kebijakan Kurikulum Merdeka. Membangun Pemahaman Bersama tentang Kurikulum Operasional. Selama dua hari pelaksanaan, peserta dibimbing untuk menyusun dokumen KOSP yang meliputi berbagai komponen penting, antara lain:

      

Gambar : Penyusunan KOSP 


	Karakteristik satuan pendidikan, yang menggambarkan kondisi peserta didik, lingkungan sosial, budaya, serta potensi lokal.
	Visi, misi, dan tujuan SKB Boto, yang menjadi arah pengembangan program pendidikan kesetaraan, PAUD, dan program nonformal lainnya.
	Pengorganisasian pembelajaran, mencakup pengaturan beban belajar, strategi pembelajaran, serta pengembangan proyek profil pelajar Pancasila.
	Rencana asesmen dan tindak lanjut hasil belajar, sebagai upaya menjaga kualitas proses pembelajaran.


Selain memahami teori, peserta juga berlatih menyusun bagian-bagian penting dari dokumen kurikulum, mulai dari profil lulusan, capaian pembelajaran, hingga rencana pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Proses penyusunan dilakukan secara kolaboratif agar seluruh pendidik memiliki pemahaman yang sama mengenai arah pengembangan program di SKB Boto. Pelatihan ini menjadi wadah strategis bagi para tutor dan pamong belajar untuk meningkatkan kompetensi profesional mereka. Peserta tidak hanya memahami teori penyusunan kurikulum, tetapi juga belajar menyesuaikan dokumen KOSP dengan karakteristik SKB Boto sebagai satuan pendidikan nonformal. Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap pendidik mampu mengimplementasikan kurikulum secara fleksibel dan kontekstual, menyesuaikan dengan kebutuhan serta potensi peserta didik yang beragam—baik pada program PAUD, Pendidikan Kesetaraan, maupun Pelatihan Kecakapan Hidup. Kegiatan pelatihan penyusunan KOSP ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan SKB Boto dalam menghadirkan layanan pendidikan nonformal yang berkualitas. Dengan tersusunnya dokumen kurikulum yang komprehensif dan kontekstual, pelaksanaan pembelajaran di SKB Boto diharapkan semakin terarah, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, SKB Boto menunjukkan kesiapannya untuk terus berinovasi dalam menyongsong transformasi pendidikan yang berpihak pada peserta didik sepanjang hayat.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Smart TV Dorong Inovasi Pembelajaran Kesetaraan di SKB Boto</title>
						                <link>https://skbbotoksb.sch.id/berita/detail/smart-tv-dorong-inovasi-pembelajaran-kesetaraan-di-skb-boto</link>
						                <description>Perkembangan teknologi kini dimanfaatkan secara optimal di lingkungan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Boto). Para tutor dan pamong belajar mulai menggunakan Smart TV bantuan pemerintah pusat sebagai sarana pembelajaran inovatif dalam program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C. Melalui Smart TV, proses belajar menjadi lebih interaktif dan menarik. Tutor dan pamong belajar menayangkan video pembelajaran, media interaktif, dan berbagai aplikasi digital edukatif yang membantu peserta didik memahami materi dengan lebih mudah. Selain itu, berbagai fitur yang tersedia pada Smart TV juga dimanfaatkan untuk menampilkan presentasi, simulasi, serta latihan soal berbasis digital. Pemanfaatan Smart TV tidak hanya memperkaya metode mengajar, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam transformasi digital pembelajaran nonformal. Dengan dukungan teknologi, peserta didik kesetaraan dapat menikmati pengalaman belajar yang lebih modern, relevan, dan menyenangkan. Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Merdeka Belajar, di mana pembelajaran diarahkan untuk memberikan pengalaman belajar bermakna dan sesuai dengan perkembangan zaman. Tutor dan pamong belajar di SKB Boto berkomitmen untuk terus berinovasi agar proses belajar mengajar lebih efektif dan mampu menjawab tantangan era digital. Kepala SKB Boto menyampaikan bahwa pemanfaatan Smart TV menjadi salah satu upaya nyata meningkatkan mutu pembelajaran di pendidikan nonformal.
“Smart TV membuka peluang besar bagi tutor dan pamong untuk berkreasi dalam menyampaikan materi. Melalui teknologi ini, kami ingin memastikan peserta didik kesetaraan tidak tertinggal dalam kemajuan dunia digital,” ujarnya.
Dengan semangat inovasi dan dukungan teknologi, SKB Boto terus berkomitmen menciptakan pembelajaran yang adaptif, menarik, dan bermakna bagi seluruh peserta didik kesetaraan.
Tutor dan pamong belajar kini memanfaatkan Smart TV bantuan pemerintah pusat untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif di program Pendidikan Kesetaraan. Melalui tayangan video, media digital, dan aplikasi edukatif, peserta didik diajak belajar dengan cara yang lebih modern dan menyenangkan.
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen SKB Boto dalam menerapkan transformasi digital pembelajaran nonformal menuju generasi yang cerdas dan melek teknologi. ????

#SKBBoto #PendidikanKesetaraan #InovasiPembelajaran #SmartTV #MerdekaBelajar #LiterasiDigital #KabupatenSumbawaBarat
</description>
					                </item><item>
						                <title>Smart TV Hadirkan Warna Baru dalam Pembelajaran di PAUD SKB Boto</title>
						                <link>https://skbbotoksb.sch.id/berita/detail/smart-tv-hadirkan-warna-baru-dalam-pembelajaran-di-paud-skb-boto</link>
						                <description>Smart TV Hadirkan Warna Baru dalam Pembelajaran di PAUD SKB Boto

Pemanfaatan teknologi kini semakin nyata di dunia pendidikan anak usia dini. Di PAUD SKB Boto, para pendidik mulai memanfaatkan Smart TV bantuan dari pemerintah pusat sebagai media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan bagi anak-anak. Smart TV digunakan dalam berbagai kegiatan belajar, terutama pada kegiatan mendongeng yang menjadi bagian dari program peningkatan literasi melalui TBM SKB Boto. Dengan dukungan gambar dan suara yang menarik, anak-anak diajak untuk mendengarkan dan mengamati cerita dengan penuh semangat. Cerita-cerita bergambar yang ditayangkan membantu mereka memahami pesan moral, mengembangkan kosa kata, serta menumbuhkan kecintaan terhadap membaca sejak dini. Kegiatan mendongeng ini dilaksanakan satu minggu sekali sebagai bagian dari rutinitas pembelajaran yang dinanti-nantikan peserta didik. Tidak hanya menyenangkan, kegiatan ini juga membantu melatih konsentrasi, imajinasi, dan kemampuan berbahasa anak-anak. Para pendidik PAUD SKB Boto pun turut belajar menggunakan Smart TV sebagai sarana pembelajaran kreatif. Mereka berlatih menayangkan video edukasi, lagu anak, hingga cerita rakyat bergambar yang relevan dengan tema pembelajaran mingguan. Kepala SKB Boto menyampaikan bahwa pemanfaatan Smart TV menjadi langkah nyata dalam meningkatkan mutu pembelajaran di PAUD.
“Melalui teknologi sederhana seperti Smart TV, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang lebih hidup bagi anak-anak. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan cinta literasi,”
Dengan dukungan teknologi dan kreativitas pendidik, PAUD SKB Boto terus berkomitmen menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, inspiratif, dan bermakna. Kegiatan ini sekaligus menjadi contoh nyata bahwa literasi dapat ditumbuhkan sejak dini dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan perkembangan zaman.
 

#SKBBoto #PAUD #InovasiPembelajaran #SmartTV #MerdekaBelajar #LiterasiDigital #KabupatenSumbawaBarat
</description>
					                </item><item>
						                <title>Sinergi untuk Literasi: Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah KSB Kunjungi TBM SKB Boto</title>
						                <link>https://skbbotoksb.sch.id/berita/detail/sinergi-untuk-literasi-dinas-arsip-dan-perpustakaan-daerah-ksb-kunjungi-tbm-skb-boto</link>
						                <description>Sinergi untuk Literasi: Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah KSB Kunjungi TBM SKB Boto

Pada tanggal 10 dan 17 Oktober 2025, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) SKB Boto menerima kunjungan dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peninjauan dan monitoring evaluasi menuju Lomba Perpustakaan dan TBM Tingkat Kabupaten. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi, pengelolaan, serta perkembangan TBM SKB Boto. Selain itu, tim dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah juga melakukan evaluasi kesesuaian indikator penilaian dengan poin yang telah diperoleh oleh TBM SKB Boto dalam proses penilaian lomba. Kegiatan berlangsung dalam dua tahap. Pada 10 Oktober 2025, dilakukan peninjauan awal terhadap profil, laporan kegiatan, koleksi buku, serta jumlah pengunjung TBM. Kemudian, pada 17 Oktober 2025, dilaksanakan tahap evaluasi lanjutan untuk melihat lebih mendalam mengenai kegiatan literasi, partisipasi masyarakat, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan TBM. Selama kunjungan, tim penilai memberikan beberapa masukan dan saran untuk peningkatan kualitas layanan serta penguatan peran TBM sebagai pusat kegiatan literasi masyarakat. Pihak pengelola TBM SKB Boto menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan terima kasih atas pendampingan serta dukungan dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah KSB. Kepala SKB Boto, dalam sambutannya, menyampaikan harapan agar kunjungan ini menjadi momentum penting untuk terus memperbaiki dan mengembangkan TBM SKB Boto sebagai pusat literasi yang aktif, kreatif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Beliau juga berharap agar sinergi antara SKB, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah, serta masyarakat dapat terus terjalin dengan baik demi mewujudkan budaya baca yang kuat di Kabupaten Sumbawa Barat.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Peserta Didik Kesetaraan SKB Boto mengawali Tahun Pelajaran Baru dengan Kontrak Belajar</title>
						                <link>https://skbbotoksb.sch.id/berita/detail/peserta-didik-kesetaraan-skb-boto-mengawali-tahun-pelajaran-baru-dengan-kontrak-belajar</link>
						                <description>Mengawali tahun pelajaran baru, peserta didik pendidikan kesetaraan di SPNF SKB Boto melaksanakan kegiatan kontrak belajar sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengikuti proses pembelajaran. Kontrak belajar ini berisi kesepakatan mengenai kegiatan belajar, model pembelajaran, serta sistem kehadiran yang akan dijalankan selama satu semester. Dengan adanya kesepakatan tersebut, diharapkan peserta didik dapat lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki arah yang jelas dalam mengikuti pembelajaran. 

  

Dalam kegiatan ini, peserta didik diajak untuk berdiskusi bersama tutor mengenai tata tertib kelas, metode pembelajaran yang sesuai, serta target yang ingin dicapai. Hasil diskusi kemudian dituangkan dalam bentuk perjanjian tertulis yang disepakati bersama antara peserta didik dan tutor. Kepala SKB Boto menyampaikan bahwa kontrak belajar bukan hanya formalitas, tetapi merupakan bagian penting dari proses pendidikan kesetaraan. “Dengan adanya kontrak belajar, peserta didik merasa memiliki tanggung jawab terhadap proses belajarnya. Mereka tidak hanya menerima aturan, tetapi ikut menyusun dan menyepakatinya,” jelasnya. Salah seorang peserta didik Paket B, Lina, mengaku merasa lebih termotivasi setelah adanya kontrak belajar. “Kami jadi tahu aturan dan kesepakatan sejak awal. Rasanya lebih semangat karena semua sudah jelas, dan kami ikut menentukan bersama tutor,” ujarnya. Hal senada disampaikan peserta didik Paket C, Budi, yang menilai kontrak belajar membuat suasana kelas lebih terarah. “Dengan adanya kontrak belajar, kami jadi lebih disiplin hadir. Kalau ada yang melanggar, kami bisa saling mengingatkan,” katanya. Melalui kegiatan kontrak belajar, SKB Boto berharap proses pembelajaran pendidikan kesetaraan di tahun ajaran baru dapat berjalan lebih terarah, disiplin, serta memberikan hasil yang maksimal bagi seluruh peserta didik.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Kursus Komputer SKB Boto Tingkatkan Keterampilan Masyarakat di Era Digital</title>
						                <link>https://skbbotoksb.sch.id/berita/detail/kursus-komputer-skb-boto-tingkatkan-keterampilan-masyarakat-di-era-digital</link>
						                <description>SPNF SKB Boto kembali menghadirkan layanan pendidikan nonformal melalui Kursus Komputer yang terbuka untuk masyarakat umum. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan digital masyarakat, sehingga mampu mengikuti perkembangan teknologi di era modern. Kegiatan kursus berlangsung selama 20 kali pertemuan, dengan pendampingan langsung oleh instruktur berkompeten. Peserta tidak hanya mendapatkan teori seputar pengenalan komputer, tetapi juga praktik langsung mengenai program-program dasar komputer yang berguna dalam aktivitas sehari-hari maupun dunia kerja. Untuk mendukung proses belajar, setiap peserta diberikan modul pelatihan yang berisi materi pembelajaran secara sistematis. Di akhir program, peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat resmi sebagai bukti kompetensi dasar komputer yang telah dikuasai. 

          

Kepala SKB Boto menyampaikan bahwa kursus komputer ini merupakan salah satu upaya lembaga dalam memberdayakan masyarakat melalui keterampilan digital. “Kami ingin memberikan bekal keterampilan praktis yang bisa dipakai langsung dalam kehidupan sehari-hari maupun peluang kerja. Dengan kursus komputer ini, masyarakat diharapkan lebih percaya diri dalam menghadapi tuntutan era digital,” ujarnya. Antusiasme peserta tampak tinggi sejak awal pertemuan. Banyak di antara mereka yang baru pertama kali mengikuti pelatihan komputer, namun dengan bimbingan instruktur yang sabar dan terampil, peserta dapat memahami materi dengan baik. Salah satu peserta, Nurhayati, mengaku sangat terbantu dengan adanya kursus ini. “Saya sebelumnya tidak pernah menggunakan komputer. Awalnya agak takut salah, tapi setelah ikut kursus ini jadi lebih percaya diri. Sekarang saya bisa mengetik dan menggunakan program dasar dengan lebih lancar,” ungkapnya dengan semangat. Peserta lainnya, Ahmad, menambahkan bahwa kursus ini membuka peluang baru baginya. “Saya ikut kursus ini karena ingin mencari pekerjaan yang butuh keterampilan komputer. Dengan adanya sertifikat nanti, saya berharap bisa lebih mudah melamar kerja,” tuturnya. Melalui kursus komputer ini, SKB Boto menegaskan komitmennya sebagai pusat layanan pendidikan nonformal yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata peran SKB dalam mendukung peningkatan literasi digital di tingkat lokal.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C di SKB Boto</title>
						                <link>https://skbbotoksb.sch.id/berita/detail/ujian-pendidikan-kesetaraan-paket-a-b-dan-c-di-skb-boto</link>
						                <description>SPNF SKB Boto menyelenggarakan Ujian Sumatif Pendidikan Kesetaraan untuk peserta didik Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA. Kegiatan ini berlangsung selama dua minggu di ruang kelas SKB Boto dengan suasana tertib dan kondusif. Pelaksanaan ujian dilakukan secara online menggunakan aplikasi SIMFONI (Sistem Informasi Penilaian). Melalui aplikasi ini, tutor dapat menginput soal ujian, peserta didik menjawab soal langsung melalui sistem, dan hasilnya dapat dikoreksi secara digital. Penggunaan SIMFONI menjadikan proses ujian lebih efisien, transparan, serta meminimalisasi kesalahan dalam penilaian. Ujian sumatif ini merupakan evaluasi akhir dari seluruh rangkaian pembelajaran yang telah ditempuh peserta didik selama satu semester. Hasil ujian nantinya akan menjadi salah satu penentu kenaikan kelas serta bahan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana capaian kompetensi yang telah diperoleh peserta didik. 

    

Kepala SKB Boto menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian berbasis SIMFONI adalah bentuk adaptasi pendidikan kesetaraan terhadap perkembangan teknologi. “Dengan sistem ini, peserta didik tidak hanya diuji pengetahuannya, tetapi juga terbiasa memanfaatkan teknologi digital. Kami berharap hasil ujian ini dapat memotivasi peserta didik untuk terus semangat belajar,” ungkapnya. Selama pelaksanaan ujian, tutor dan pamong belajar mendampingi peserta didik untuk memastikan kegiatan berjalan lancar. Antusiasme peserta didik tampak jelas, meskipun sebagian besar baru pertama kali mengikuti ujian berbasis aplikasi digital. Dengan terselenggaranya Ujian Sumatif berbasis SIMFONI, SKB Boto semakin meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan kesetaraan yang modern, transparan, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
</description>
					                </item><item>
						                <title>TBM SKB Boto Hidupkan Literasi di Kegiatan Pojok Baca</title>
						                <link>https://skbbotoksb.sch.id/berita/detail/tbm-skb-boto-hidupkan-literasi-di-kegiatan-pojok-baca</link>
						                <description>Salah satu layanan unggulan di SPNF SKB Boto adalah Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Keberadaan TBM menjadi wadah penting dalam meningkatkan literasi masyarakat, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. TBM SKB Boto memiliki banyak koleksi buku yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat. Koleksi ini berasal dari berbagai sumber, antara lain bantuan pemerintah, pengadaan buku sekolah, hingga bantuan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Terbaru, TBM SKB Boto menerima tambahan seribu buku cerita anak dari Perpustakaan Nasional, sehingga semakin memperkaya ragam bacaan yang tersedia. Tidak hanya menghadirkan layanan membaca di SKB, TBM Boto juga aktif mengadakan berbagai kegiatan literasi yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satunya adalah Pojok Baca, yang baru-baru ini diselenggarakan di Desa Jereweh. Kegiatan ini menghadirkan suasana berbeda: warga berkumpul menikmati segarnya udara pagi sambil membaca koleksi buku menarik dari TBM SKB Boto. 

        

Anak-anak terlihat antusias memilih buku cerita bergambar, sementara para remaja dan orang tua tak kalah bersemangat membaca buku pengetahuan dan keterampilan. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang berkumpul yang positif, mempererat interaksi sosial, dan menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat. Kepala SKB Boto menyampaikan bahwa kegiatan seperti Pojok Baca akan terus diperluas ke berbagai desa. “Kami ingin literasi benar-benar hadir di tengah masyarakat. Tidak semua harus datang ke TBM, tetapi TBM yang akan mendekatkan diri kepada warga. Dengan cara ini, kami berharap budaya membaca semakin tumbuh di setiap lapisan,” ungkapnya. Melalui TBM dan kegiatan literasi seperti Pojok Baca, SKB Boto berharap masyarakat semakin akrab dengan buku, menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini, serta menjadikan literasi sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.
</description>
					                </item><item>
						                <title>TBM SKB Boto Tingkatkan Literasi dengan Ribuan Koleksi Buku</title>
						                <link>https://skbbotoksb.sch.id/berita/detail/tbm-skb-boto-tingkatkan-literasi-dengan-ribuan-koleksi-buku</link>
						                <description>Salah satu layanan unggulan di SPNF SKB Boto adalah Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Keberadaan TBM menjadi wadah penting dalam meningkatkan literasi masyarakat, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. TBM SKB Boto menyediakan berbagai koleksi buku yang dapat diakses oleh masyarakat secara gratis. Koleksi ini berasal dari berbagai sumber, di antaranya bantuan pemerintah, pengadaan buku sekolah, hingga bantuan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Terbaru, TBM SKB Boto menerima tambahan koleksi berupa seribu buku cerita anak dari Perpustakaan Nasional, yang semakin memperkaya ragam bacaan yang tersedia.

         

Dengan adanya beragam koleksi buku, masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk menambah wawasan, menumbuhkan minat baca, serta membiasakan literasi sejak dini. Anak-anak dapat menikmati cerita-cerita penuh imajinasi, sementara remaja dan orang dewasa bisa memanfaatkan bacaan untuk menunjang pengetahuan serta keterampilan. Kepala SKB Boto menegaskan bahwa TBM tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang belajar bersama dan pusat kegiatan literasi. “Kami ingin TBM ini menjadi rumah kedua bagi masyarakat untuk belajar, membaca, dan menumbuhkan budaya literasi. Tambahan seribu buku cerita anak dari Perpustakaan Nasional tentu menjadi motivasi besar bagi kami untuk menggerakkan minat baca anak-anak di sekitar,” ungkapnya. Melalui TBM, SKB Boto berharap masyarakat semakin akrab dengan buku dan menjadikan literasi sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dukungan berbagai pihak, TBM SKB Boto akan terus berkembang menjadi pusat literasi yang bermanfaat dan menyenangkan bagi semua kalangan.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Identifikasi dan Sosialisasi Program SKB Boto di Kecamatan Poto Tano</title>
						                <link>https://skbbotoksb.sch.id/berita/detail/identifikasi-dan-sosialisasi-program-skb-boto-di-kecamatan-poto-tano</link>
						                <description>SPNF SKB Boto melaksanakan kegiatan identifikasi dan sosialisasi program di wilayah sekitar Kecamatan Poto Tano. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala SKB Boto bersama para tutor dan pamong belajar sebagai bentuk upaya memperluas layanan pendidikan nonformal serta mengenalkan berbagai program yang tersedia di SKB Boto kepada masyarakat. Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pihak desa, termasuk penyampaian surat resmi terkait pelaksanaan kegiatan. Setelah itu, tim SKB Boto melakukan sosialisasi program pendidikan yang meliputi Program Pendidikan Kesetaraan (Paket A, B, dan C), Program PAUD, kursus keterampilan, serta berbagai layanan pembelajaran lain yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

     

Selain sosialisasi, kegiatan ini juga disertai dengan identifikasi potensi desa, yaitu membaca karakteristik wilayah sekitar serta menggali peluang yang dapat dikembangkan. Identifikasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat, sekaligus memberdayakan potensi lokal agar dapat berkembang secara optimal. Kepala SKB Boto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu strategi memperkuat peran SKB sebagai pusat pembelajaran masyarakat. “Kami tidak hanya menawarkan program, tetapi juga mendengarkan kebutuhan dan potensi yang ada di desa. Dengan begitu, program yang kami jalankan bisa lebih tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya. Melalui kegiatan identifikasi dan sosialisasi ini, SKB Boto berharap dapat mempererat kerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat sekitar, serta memastikan layanan pendidikan nonformal hadir sebagai solusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kecamatan Poto Tano
</description>
					                </item></channel>
  	</rss>